Bencana yang disebabkan Human-made, bisa dimaknai sebagai hukuman. Alloh Swt berfirman dalam Alquran Surah as Syura ayat 31: "Dan apa yang menimpa kamu dari musibah, maka disebabkan ulah tanganmu..."Musibah yang menimpamu, baik berupa sakit, hukuman, atau bencana didunia ini, tak lain disebabkan ulah perbuatanmu sendiri !"
Hal itu di pertegas firman-Nya: "Telah gamblang kerusakan didarat dan dilaut lantaran perbuatan manusia, agar Alloh merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali [ke jalan yang benar]" (QS Ar-Ruum:41).
Jika ulah buruk sebagian manusia itu tidak dihentikan, maka orang-orang baik pun bakal kena dampaknya. Suatu ketika Nabi Muhammad SAW berkata, "Pada akhir zaman umat ini akan mengalami bencana ditenggelamkan ketanah, diubah rupanya, dan dilanda berbagai fitnah." Aisyah lalu bertanya, " Ya Rasulullah,apakah kami akan turut binasa sedag diantara kami masih terdapat orang-orang saleh ?" Jawab Rasul, "Ya, kalau kejahatan dibiarkan merajalela dimana-mana" (HR. Imam At Tirmidzi).
Akibat merebaknya zina misalnya, bangsa dan negara terancam kemarau panjang, kelaparan, kemiskinan, serta kezaliman penguasa (HR> Ibnu Majah dan Hakim dari Abdullah bin Umar ra.).
Namun, dalam apresiasi iman, bencana juga bisa dimaknai sebagai ujian keimanan dan kesabaran. Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah telah berpesan, " Cobaan terus akan menimpa orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dengan tanpa satu kesalahanpun" (HR. Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim, Adz-Dzahaby).
Tentu saja, pengampunan itu diberikan jika orang beriman sabar dalam menerima cobaan pahit, sebagaimana kesabarannya menerima cobaan manis seperti kelimpahan harta.
Dan sebaik-baik harta, kata Nabi Muhammad saw, adalah yang berada ditangan orang kaya lagi dermawan, yaitu orang yang berprinsip "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya." Orang seperti ini pantang melihat orang lain menderita, karena Rasulullah sudah berwasiat," Siapa yang memenuhi hajat saudaranya maka kelak Allah akan memenuhi hajatnya dihari pembalasan."
Jadi, marilah kita nikmati bencana. Yang kebetulan mendapat giliran menjadi korban, tetaplah bersabar dan berbaik sangka pada-Nya. Dengan derita yang dialami, Anda sedang dikurangi dosa-dosanya dan dinaikan derajatnya oleh Alloh SWT.
Bagi yang tidak sedang mendapat giliran, inilah momentum untuk berbagi kebahagian. Dading kambing mungkin Anda tidak doyan. Atau sekerat daging domba barangkali tak ada artinya buat Anda. Dan tentu saja juga berarti bagi Anda diakhirat nanti.
sumber:
Lembaga Amil Zakat
Al-Azhar
Peduli Umat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar