KHOIRUNNAS ANFAUHUM LINNAS "SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH MANUSIA YANG BERMANFAAT UNTUK MANUSIA LAINNYA".

Pendakian

1. Ketahan mental dan percaya diri

Jalur pendakian bukanlah jalan raya bebas hambatan,merupakan jalan setapak dengan kondisi bervariasi dan kadang membingungkan. Belum lagi dihadang hutan tropis yang masih perawan , semak belukar, padang alang-alang, padang rumput(sabana)yang luas, batang pohon yang tumbang menutupi jalur, “jembatan” batang pohon diatas jurang, tebing dan jurang terjal yang menganga terus, terkadang dihadang pula oleh medan lereng pasir dan batuan vulkanik yang labil , tanah berdebu,jalur licin serta rawan longsor,tiupan angina kencang dan pengaruh iklim panas atau dingin.

Binatang buas, untuk mengatisipasi kondisi yang melelahkan,menakutkan, menegangkan, menyiksa, dan membahayakan harus diimbangi dengan mental yang tangguh,tekad yang kuat.

Berdoa kepada Allah yang maha kuasa

Usahakan jangan banyak mengeluh, bertanya jauh dekat lokasi selama ngetrek hal tersebut secara psikologis dapat menurunkan semangat dan dapat menimbulkan putus asa serta tidak percaya diri, terutama bagi pendaki pemula

2. Disiplin dan kosentrasi

Setiap gunung yang menjadi sasaran pendakian,pada umumnya terdapat jalur setapak dan bervariasi

Buat tanda jejak bila jalur yang meragukan

3. Memelihara kekompakan

Rasa kebersamaan dan kekompakan sesame pendaki dalam suatu pendakian mutlak diperlukan

4. Berjalan dan langkah kaki

Berjalanlah dengan rasa senang dan optimis

5. Membawa beban dalam ransel

Bahan logistic dan keperluan lain dalam mendaki

6. Pendakian rombongan

Usahakan mengadakan survey dan orientasi medan oleh beberapa anggota

7. Waktu pendakian

Pendakian bias dilakukan pada siang atau malam hari

Tidak ada komentar: