KHOIRUNNAS ANFAUHUM LINNAS "SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH MANUSIA YANG BERMANFAAT UNTUK MANUSIA LAINNYA".

Melakukan perjalanan di gunung pasti berbeda dengan melakukan perjalanan(berjalan)dijalan raya yang rata atau menaiki sebuah gedung dengan mengunakan elavator. Berjalan di gunung kita akan melintasi punggung gunung, memanjat tebing ataupun menurun lembah yang dalam dan ceruk gunung, disamping membawa ransel yang berisi makanan dan segala perlengkapan yang kita perlukan.Sehinggah seorang yang berjalan digunung dapat kita ibaratkan seorang penari yang harus berlenggak-lenggok.Demikian juga seorang pendaki harus"menari" agar terlihat luwes, tidak kaku seperti robot dan tentunya nyaman dalam perjalanan.
Nah, apa saja sih yang perlu kita ketahui sebagai seorang yang biasa berjalan di gunung ? Mungkin tips atau teknik ini dapat menambah wawasan berguna bagi kita agar nyaman dan aman waktu berjalan.
Pertama yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalan digunung adalah sepatu/sandal digunakan adalah sepatu /sandal untuk treking, dengan ukuran yang lebih besar dari yang ukuran kita pakai sehari-hari.misalnya ukuran sepatu ukuran sepatu no.40 maka dianjurkan untuk memakai no.41 dengan memakai kaos kaki dari bahan wool. Sebelum memakai kaos kaki lumurilah bagian-bagian kaki lainnya(sela-sela jari kaki) dengan minyak komando",biarkan sampai kering. Minyak komando ini dibuat dari campuran minyak kelapa dengan bawang merah.Mulailah berjalan dengan langkah yang pendek,jangan berjalan dengan langkah yang lebar(panjang),sebab langkah yang pendek membuat langkah kita teratur sehingga akan menghemat tenaga. Makanlah sedikit garam untuk menghindar kram dan juag untuk menganti hilangnya kadar garam dari tubuh lewat cucuran keringat. Waktu berjalan digunung perhatikan betul (kosentrasi) terhadap jalur yang kita lewati,pikiran jangan melayang kemana-mana. Jangan memotong jalur yang sudah ada(jalur trek) karena secara alamiah jalur digunung berkelok-kelok sehingga jika memotong yang sudah ada akan lebih curam dan terjal yang berakibat tenaga kita banyak terkuras.
Hafalkan lintasan -lintasan atau jalur yang dilewati dengan seksama,kenali ciri-ciri khusus yang ada misalnya tanda alam yang mencolok(batu,danau lembah,pohon,tanda arah panah, tiang triangulasi dsb) .Padsa setiap lintasan untuk mengantisipasi jika kehilangan arah dalam perjalanan pulang agar tidak tersesat. Untuk medan yang curam dan terjal berjalanlah dengan cara zig zag,jangalah berjalan dengan lurus,hal ini akan membantu dalam mengatur nafas dan membuat irama langkah kita menjadi stabil. Hati-hati dengan berhutan lebat, karena seringkali menghilang lintasan-lintasan yang ada.
Jika terpaksa membuka jalur baru, mulailah dengan teliti dan hati-hati.Tentukan dulu posisi kita di peta,lalu pastikan jalur yang akan diambil.pakailah golok tebas atau parang untuk menebas duri atau dahan yang menghalanginya,berjalanlah dipunggung gunung.hindarkan berjalan diceru-ceruk atau mengikuti sungai dibawah punggung gunung karena berbahaya. Hal ini disebabkan aliran sungai di gunung umumnya berupa tebing-tebing yang curam dan melewati air terjun.Jika melalui daerah kawah berhati-hatilah agar jangan sampai terkena gas beracun. setelah berjalan 1 jam ,istirahatlah sekitar 10 menit untuk rileks sebentar.Waktu istirahat/berhenti,duduklah dengan posisi kaki diluruskan di atas badan kita dengan tujuan untuk mengembalikan aliran darah agar normal kembali karena setelah berjalan darah turun dan terpusat dikaki. Selain itu juga untuk menghidari kejang/kram pada kaki. Minumlah sedikt minuman yang hangat dan manis.makalah berapa makanan ringan yang mengandung kalori,misalnya coklat. Mengapa kita harus meminum yang hangat,karena waktu kita berjalan tubuh kita kondisinya hangat/panas sehingga bila kita minum air dingin maka akan terjadi kontradisi tubuh yang mencolok yang bisa mengakibatkan keinginan kencing tetapi sedikit -sedikit( anyang anyangan )yang tentunya akan menganggu pergerakan.
janagan meminum minunman beralkhohol selain dilarang. Juga menyebabkanpembuluh darah mengembang sehingga udara dingin memperoleh peluang untuk menyusup kedalam tubuh,selain jugamenyebabkan mabuk,karena pasti sangat berbahaya.
Waktu beristirahat jangan terlalu lama,karena otot yang sudah panas dan kencang akan menjadi dingin dan kendur sehingga memerlukan pemanasan kemabali.Dan jika istirahat lebih lama dibandingkan waktu sebelumnya tetapi kita masih terasa lelah,itu menandakan bahwa kita berjalan terlau cepat.Disamping memilih lokasi istirahat yang terlindung dari hembusan angin, pilih juga lokasi yang lebih tinggi,karena secara kejiwaan dengan melihat pemandangan alam yang indah akan sedikit mengobati rasa lelah kita.
demikialah cara menari atau berjalan digunung.namun tentunya cara ini baukan satu satunya baku,yang bisa kita tambah dengan memodifikasi pengalaman kita.selamat berjalan-jalan di gunung dan ingat selalu,jika berangkat dengan selamat maka kembali pun harus selamat pula.
Daftar pustaka:
1. Panduan mendaki gunung,Krida Reksawana Sekretariat Saka Wanabhakti Tingakat Nasional
2. John Wiseman,The SAS Suvivakl Hand Book,1986
3. Norman Edwin,Mendaki Gunung Sebuah Tantangan Petualangan,1987

1 komentar:

Anonim mengatakan...

wah.............asyik tuh jalan2 kegunung udaranya masih segar dan bersih