KHOIRUNNAS ANFAUHUM LINNAS "SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH MANUSIA YANG BERMANFAAT UNTUK MANUSIA LAINNYA".

Wahai jiwa, yang mendiami rumah hatiku

Siapa gerangan yang mencuri kursi singgasana Raja ?

Raja mengoyang-mengoyangkan tubuh ke muka dan belakang

Ia berkata, Apa yang kau inginkan dariku ?

Aku ingin kemanisan cinta

Aku ingin secangkir cahaya

Aku ingin jamuan yang abadi yang terletak di atas meja Kebenaran seseorang

Lihatlah berapa banyak penjual obat di pinggir jalan

Menggoyangkan cangkirnya pada pesta besar peminum anggur ini

Wahai orang –orang yang polos dan lugu

Waspadalah atau kau akan diperdaya

Hati-hatilah !

Jangan duduk di atas meja mereka !

Jika kau tak mau matamu akan terkatup seperti tempat biji bunga

Atau mulutmu akan terbuka seperti kuntum bunga Musim semi

Dunia tak lain adalah sebuah cermin yang menghasilkan

Bayang citra Sempurna dari Cinta

Bagaimana suatu bagian kecil akan lebih besar dari yang seluruhnya?

Dikebun ini hanya mawar Kekasihku saja yang mekar

Batangnya rendah sepewrti rumput-rumputan

Ia biarkan kuntum-kuntum lembut – Nya menjatuhi kelopaknya

Ia gabungkan dari pedang dan ahli pedang penbunuh dan yang dibunuh

Ia ialah alasan yang menyebabkan semua alasan menjadi tak perlu lagi

Raja yang begitu sempurna ini telah membuat dunia penuh dengan emas

Semoga ia hidup selamanya

Semoga tangannya menjadi rangkain bunga dan kembang

Yang tak pernah terlindas zaman menghiasi lingkar leherku

Jalaludin Rumi

1 komentar:

Anonim mengatakan...

kalau bisa bacain puisinye