Allahumma shalli ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim
Wabarik ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad
Fil ‘alamina innaka hamidun majid
Tentu ada yang kuat sehingga ummat Islam dalam setiap sholatnya membaca salawat kepada Rasulullah Muhammad saw .Disanding dengan Nabiyallah Ibrahim as.
Beliau memang sangat istimewa .Ibrahim as menemukan Sang Maha Pencipta , Alloh azza wa jalla,melalui proses panjang yang berujung tertanamnya sikap tak tergoyahkan yang membawanya ke tempat sangat istimewa dalam setiap sholat kita.sikap itu adalah sami’na wa atho’na : whatever you say Allah, I will obey.
Dengan keyakinan inilah Ibrahim as menetang raja Namrud padahal perimbangan kekuatan keduanya tak sebanding .dalam perang tanding pada waktu dan tempat yang telah disepakati, Ibrahim dating seorang diri,sementara Namrud disertai pasukan lengkap.
“ Mana Tuhanmu ? Mengapa engkau dating seorang diri ?”
Ejekan Nambrud dibalas Allah SWT dengan segerombol besar nyamuk. Serangan hean kecil itu mengacau
Kunci satu: sami ‘na wa atho’na.
Bila kita selalu taat ,maka Allah akan selau menjadi penolong kita.
Sikap itu mendapat ujian besar ketika Allah memerintahkan Ibrahim as menyembelih anak tersayang Ismail as. Dalam logika manusia tentukita tidak dapat menerimanya.Bagaimana mungkin Allah yang maha pengasih dan maha penyayang, Allah yang melarang membunuh tanpa haq, memerintahkan pembunuhan oleh ayah kepada anaknya ?
Kita tahu kisah berikutnya,dan kita pun tahu Allah tidak butuh nyawa Ismail as. Allah tidak butuh darah dan dagingnya,Dia sekedar menguji keimanan Ibrahim as dengan perintah maha berat itu.
Firman Allah: “ La yanalullahu luhumuha wala dima uha,wa lakin yanaluhu taqwa minkum. “( Dan tidak lah sampai kepadaKu daging dan darahnya, sesunggunya yang sampai kepadaKu adalah ketaqwaan kalian kepadaKu ).
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillah Ilham.
Kutipan peduli umat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar