KHOIRUNNAS ANFAUHUM LINNAS "SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH MANUSIA YANG BERMANFAAT UNTUK MANUSIA LAINNYA".

Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan
sawah hijau terbentang,
sungai tampak berliku
bagai permadani di kaki langit
Gunung menjulang tertutup awan
Ooohh indah pemandangan
Dulu, melihat kerbau yang besar dengan tanduk panjang tajam membuat kita ngeri. Menyentuhnya, apalagi memegangnya, jauh dari keinginan kita. Memandikannya, apalagi. Namun, kini semua kengerian itu era nya telah berlalu. pak tani yang biasa mengembalakan hewan kuat ini sudah banyak yang menggantikan tugasnya. Bukan gratisan, lho. Malah orang yang mau merampas tugas itu, dengan suka cita bergelut lumpur disawah saling berebut menggosok badan 'si pembajak sawah' ini rela membayar dengan puluhan ribu, bahkan ratusan ribu rupiah.
Jaman telah berubah berbalik arah. Dulu, bergiat di alam terbuka, menantang alam dianggap suatu pekerjaan 'gila'. Kini kegiatan petualangan ini menjadi lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Media alam dianggap salah satu cara untuk mendidik manusia, baik itu pelajar, mahasiswa bahkan pekerja. Bercanda di riak liar, uji nyali diketinggian atau menikmati kesunyian hutan adalah sesuatu yang diburu.
Bait lagu kala kita masih kecil dulu, diawal tulisan, nampaknya telah membaca kemana arah jaman. Lagu yang mulai samar kita ingat, ternyata membawa kerinduan kita akan kata " Back To Nature " kembali ke alam. Bukankah ada satu kalimat sakti yang berbunyi " berguru pada alam " yang ternyata bukan cuma kalimat tanpa bukti. Saat ini kalimat itu telah dibuktikan.

Tidak ada komentar: