Bisnis Kecebur di "Outdoor Sport Shop"! RUANGAN toko kecil bagaikan gudang, namun rapi. Dari dinding ke dinding tidak ada lagi ruang kosong, semuanya penuh terpajang segala macam alat dan benda pakai lengkap untuk alas kaki sampai penutup kepala. Juga begitu banyak aksesori dan pernak-pernik peralatan bantu, khususnya untuk berkegiatan di luar ruang. Pokoknya kalau cuma mau berkemah, panjat tebing, berarung jeram, menelusuri goa, atau melakukan ekspedisi kecil-kecilan sampai besar-besaran, tempat bernama Esta Outdoor Sport Shop di Lantai 2 Pangrango Plaza di Jalan Pajajaran, Bogor, memang cocok dan nyenengin juga. APALAGI kalau toko itu dijaga pasangan pemiliknya, Suwesta Wignyakuta atau Away (48) dan Pingkan Jans (43). Mereka dengan fasih akan memberi saran sekaligus mengarahkan layaknya konsultan agar calon pembeli barangnya itu puas dan memperoleh barang tepat, sesuai dengan takaran kantong dan kebutuhannya. Misalnya saja, Away atau Pingkan akan menjelaskan bedanya harga dan kualitas, antara ransel abal-abal dan ransel Karrimor gaya Inggris buatan China. Atau menerangkan mengapa sepatu Scarpa buatan Italia tidak semurah sepatu bermerek Buitenzorg buatan Bogor. Juga, mereka akan kasih tahu betapa rantang susun Trangia dari Eropa berbeda dengan omprengan aluminium standar Tentara Nasional Indonesia. Makin jauh lagi, Away pun akan menyodorkan pilihan antara pisau tajam RRC dan pisau Petzl dengan baja eks-Victorinox dari Swis. Bahkan mengajarkan cara pemakaian kompas Suunto yang mirip arloji digital. Begitu juga bapak dan ibu dari Reiner Theobastian (17) dan Nikolas Sebastian (12) ini akan menuturkan kelebihan dan kekurangan antara lampu senter Jepang dan Maglite yang made in USA. Juga akan membandingkan kadar hangatnya antara kantong tidur lokal dan kantong tidur buatan luar. "Kalau hanya untuk keren-kerenan, mendingan beli yang ini daripada yang asli Italia," katanya sambil memainkan karabiner atau cincin kait baja. "Karena kami nyebut toko ini outdoor sport shop, pernah datang orang mau beli meja pingpong." Away dan Pingkan, yang begitu "jago" menjelaskan barang dagangannya, memang sah dan harus begitu. Sebab, pasangan yang badannya masih bugar dan kokoh itu memang pasangan pencinta alam sejati. Bulan Maret 2004 lalu, mereka baru saja mendaki puncak yang baru diinjak beberapa pendaki profesional Indonesia. Away dan Pingkan mendaki puncak Kala Pattar (5.545 meter) di dekat Puncak Everest di Pegunungan Himalaya, Nepal. Malah setelah itu, masih sempat-sempatnya mendaki lagi puncak es Gunung Kinabalu di Sarawak. Away dan Pingkan memang bukan sekadar pasangan suami istri umum. Mereka, sejak menikah tahun 1986, ternyata sudah saling kenal dan sama- sama kenal dan bergiat di sport urusan petualangan alam, sejak di klub pencinta alam Cobweb Regina Pacis, Bogor. Saking sibuk masuk keluar goa dan juga naik gunung, Away pun telantar kuliah lanskapnya di Universitas Trisakti. Sementara Pingkan sempat selesaikan kuliah biologi di Universitas Nasional. Setahun sebelum kawin, Away dan Pingkan sudah merintis membuka toko peralatan naik gunung atau climbing, serta peralatan masuk goa atau caving di Muria Plaza, di Pertokoan Jembatan Merah. Away menuturkan, keberadaan tokonya mungkin barengan dengan toko alat pendakian Exclusive dan Rhino di Jakarta. "Sampai kini kami spesialis pemasok peralatan caving dan climbing. Semua itu produk impor yang terjamin kualitasnya," tutur Away sambil menggulung tali impor yang mampu menanggung beban sekitar 2.000 kilogram. DARI hobi semasa remaja serta tekadnya merintis usaha jual-beli alat outdoor sport, Away dan Pingkan rupanya keterusan dan makin serius bisnisnya. Mulanya sang pembeli hanyalah kalangan teman dan rekan klub lain. Lalu, namanya makin meluas dikenal, pembelinya pun mulai berdatangan dari kalangan lain. "Makin lama makin banyak kenalan baru, bukan cuma dari kalangan climbers dan cavers saja, namun juga pengelola dan peserta outbound training," tutur Away, yang menjelaskan ada beberapa rekannya juga importir dan buka outdoor sport shop. "Belakangan ini lagi tren, anak-anak muda suka cari alat pernak-pernik untuk aksesori, misalnya karabiner yang dicantel di ransel atau di pinggang. Namun, pembeli profesional untuk climbing dan caving kayaknya mulai menurun ya." Sambil ketawa-ketiwi, Away menjelaskan usahanya ini sudah telanjur kecebur. Sebab dari iseng-iseng, jadinya keterusan. Meski begitu, upayanya memilih dan menyortir barang dagangan "bisnis kecebur" ini masih tetap ketat dan selektif. Khususnya peralatan penelusuran goa yang dikuasai Away, produk yang disediakan semuanya bermerek. Begitu juga peralatan pendakian gunung dan panjat tebing, semuanya masih barang impor. Meski begitu, untuk jaket, kaus, ransel, sepatu, topi kupluk, dan lainnya, toko Esta itu menyediakan produk dalam negeri. Meski kedua orang ini bergantian piket jaga tokonya, rupanya mereka masih sempat menjaga kebugarannya juga. Hampir setiap akhir pekan, Away dan Pingkan bergabung dengan Bogor Hash House Hariers (BH3) untuk olahraga jalan kaki, joging, dan lari cross country. Malah Away biasanya menjadi penyurvei rute jelajah baru di alam terbuka agar kelompok BH3, yang sebagian besar beranggotakan orang asing, menemukan ladang olahraga baru dan asyik. Makanya, tidak heran kalau Away dan Pingkan bersama sang putra bungsu, Nikolas, bikin panitia Trekatlon 2004 terbengong-bengong. Tim keluarga yang juara kelompok reguler ini meninggalkan runners-up sampai beberapa puluh menit di belakangnya. Selama wawancara di tokonya, beberapa pembeli keluar masuk. Pingkan dan Away melayani baik-baik sambil memberikan keterangan teknis barang dagangannya, termasuk harga jual yang pas banderol. Bisnis yang katanya telanjur kecebur, syukur-syukur bikin makmur! (FX PUNIMAN)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
halo mas..br aja baca postingannya..sbnarnya aku jg rencana mau buka toko outdoor kebetulan sy jg suka kegiatan alam bebas, trutama manjat dan hiking..dan d kota sy ga ada toko outdoor, jd ya itung2 hobi sambil bisnis..kira mas ada saran ga pemasok barang yg lumayan murah dan lengkap..
kl bisa balasnya ke email sy mas..ceweqe_09@yahoo.de
makasih..
Posting Komentar